Mengelola Kebutuhan dan Persediaan Bahan Baku

Sabtu, 27 Oktober 20120 komentar


Mengelola Kebutuhan dan Persediaan Bahan Baku
Seperti judul diatas kali ini saya mau Berbagi  Ilmu tentang  Mengelola Kebutuhan dan Persediaan Bahan Baku, cekidot bro !
            Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. Untuk menjaga tingkat persediaan barang, dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan barang sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jadi, pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana.
Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah:
a.       Untuk menjaga jangan sampai persediaan habis,
b.      Untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen,
c.       dan Untuk menjaga agar jangan sampai jumlah perseidaan barang dagangan berlebihan.
Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu:
a.       Sistem pencatatan yang paling tepat,
b.      Metode pencatatan yang tepat untuk menetukan persediaan,
c.       Menghitung persediaan barang dagangan,
d.      dan Menyusun laporan persediaan.
Mengenai sistem pencatatan, ada dua sistem pencatatan yang bisa dikemukakan disini.
a.       Pencatatan secara terus menerus (perpetual system).
Cara pencatatan yang dilakukan secara terus–menerus. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas, yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger).
b.      Pencatatan secara periodic (periodic system).
Cara pencatatan yang dilkukan pada waktu atau periode tertentu, misalnya mingguan, bulanan atau semester.
Mengenai metode pencatatan persediaan barang dagangan dapat digunakan cara berikut.
a.       First-in, First-out (FIFO)
Barang yang pertama masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
b.      Last-in, First-out (LIFO)
Barang yang paling akhir masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
c.       Average Cost (AC)
Barang-barang yang dikelurakan daicatat berdasarkan harga rata-ratanya.
            Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan, akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengukur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan.
            Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang, selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. Penyusunan laporan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. Laporan persedian barang dagangan dibuat secara periodik. Data yang diperlukan untuk menyususn laporan ini diperoleh dari:
a.       Buku pembelian (tunai/kredit)
b.      Buku penjualan (tunai/kredit)
c.       Kartu persediaan gudang
d.      Kartu persediaan di took
e.       Kartu retur pembelian
f.       Kartu retur penjualan.
Buku pembelian, buku pejualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang, surat penerimaan, faktur penjualan dan sebagainya. Sedangkan kartu persediaan barang di gudang dan di took digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik.
Setelah penyusunan laporan persediaan selesai, selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke baian keuangan, yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyususn laporan keuangan yaitu laporan rugi laba dan neraca.

Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikutnya, maka jika persediaan akhir ditetapkan salah, akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.
Pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agarapersediaan barng tetap stabil sesuai rencana.
Stabil artinya jangan sampai kekurangan dan kelebihan.
Pencatatan persediaan dapat dilakukan dengan cara terus-menerus atauberkala/periodik.
Laporan persediaan harus akurat karena berpengaruh pada keseimbangan antara biayayang dikeluarkan dan pendapatan di dalam satu periode.
Share this article :

Poskan Komentar

Pengikut

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yulpan Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger