udah lama nih ngga posting :3, sekarang ane mau posting dulu ah biar ngga terlalu berdebu bloga ane nya hehe ..
monggo di simak Artikel Kimia Tentang Hidrokarbonnya :)
HIDROKARBON
A.
Kekhasan
Atom Karbon
1.
Atom karbon dapat
membentuk 4 ikatan kovalen
Atom
karbon memiliki nomor atom 6, di dalam system periodik terletak pada golongan
IV A periode 2 sesuai dengan konfigurasinya
:
2 4 atau 1
2




Berdasarkan
konfigurasi tersebut, atom karbon
memiliki 4 elektron valensi, sehingga
masih membutuhkan 4 elektron lagi untuk mencapai kestabilan atau memenuhi
kaidah oktet. Oleh karena itu atom karbon dapat membentuk 4 ikatan kovalen
dengan atom-atom lainnya.
2.
Atom karbon
memiliki ukuran yang relatif kecil
Sesuai
dengan konfigurasi pada penjelasan di atas, atom karbon hanya memiliki 2 kulit
atom sehingga jari-jari atom karbon relative kecil, hal ini menyebabkan ikatan
kovalen yang terbentuk relative kuat dan karbon dapat membentuk iktan
rangkap 2 atau rangkap 3
3.
Atom karbon dapat
membentuk rantai karbon yang panjang
Atom
karbon dapat membentuk ikatan dengan
rantai lurus , bercabang atau melingkar dan dapat mencapai rantai yang sangat
panjang.
Berdasarkan jumlah atom yang
di ikatnya, atom karbon dibedakan atas
a.
Atom C primer =
yaitu atom C yang berikatan dengan 1 atom C lainnya
b.
Atom C sekunder = yaitu atom C yang berikatan
dengan 2 atom C lainnya
c.
Atom C tersier =
yaitu atom C yang berikatan dengan 3 atom C lainnya
d.
Atom C kuartener = yaitu atom C yang berikatan dengan
4 atom C lainnya

|
B.
Senyawa
Hidrokarbon
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang hanya terdiri
dari atom hidrogen dan atom karbon. Senyawa ini dikenal pula dengan senyawa
karbon, senyawa karbon terdiri atas senyawa organik dan anorganik. Perbedaan
senyawa karbon organik dan anorganik adalah
sebagai berikut :
Senyawa karbon organik
|
Senyawa karbon anorganik
|
1.
Berasal dari
makhluk hidup dan dapat pula di sintesis di laboratorium
2.
Struktur
molekul dari yang sederhana sampai yang kompleks
3.
Ikatan antar
atom merupakan ikatan kovalen
4.
Memiliki isomer
5.
Titik didih dan
titik leleh rendah
6.
Sebagian besar
tidak larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut non polar
7.
Larutan dan lelehannya
tidak menghantarkan listrik
8.
Jika dibakar
sempurna menghasilkan CO2 dan H2O
9.
Reaksi –reaksi
yang terjadi berjalan sangat lambat kecuali reaksi pembakaran
|
1.
Berasal dari
batuan dan mineral
2.
Struktur
molekul sederhana
3.
Ikatan antar
atom merupakan ikatan ion atau kovalen
4.
Tidak memiliki
isomer
5.
Titik didih dan
titik leleh tinggi
6.
Sebagian besar
larut dalam air
7.
Larutan dan
lelehannya menghantarkan listrik
8.
Jika dibakar
sempurna tidak menghasilkan CO2 dan H2O
9.
Reaksi –reaksi
yang terjadi berjalan cepat
|
Atom-atom karbon dalam senyawa hidrokarbon dapat
membentuk ikatan rantai lurus, bercabang atau melingkar , dengan ikatan kovalen
tunggal atau rangkap, secara ringkas pembagiannya adalah :
1.
Senyawa
hidrokarbon jenuh dan tak jenuh
a.

Senyawa
hidrokarbon jenuh = senyawa hidrokarbon yang semua atom C dalam senyawanya
berikatan kovalen tunggal. Contoh :


Pentana
2-metil pentana
b.
Senyawa
hidrokarbon tak jenuh = senyawa hidrokarbon yang atom C dalam senyawanya ada
yang berikatan kovalen rangkap 2 atau rangkap 3. Contoh
:



Pentena Pentuna Benzena
2.
Senyawa
hidrokarbon alifatik, alisiklik dan aromatik
a.
Senyawa
hidrokarbon alifatik = Senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka. Contoh
:



2-metil pentana Pentena Pentuna
b.
Senyawa
hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai tertutup. Contoh :
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
Siklopentana Siklopentena siklopropena
c.
Senyawa
hidrokarbon aromatic = senyawa hidrokarbon rantai tertutup dengan ikatan
kovalen tunggal dan ikatan kovalen rangkap 2 yang berselang seling. Benzena

3.
Alkana, Alkena
dan Alkuna
A.
Alkana
1)
Rumus umum
: CnH2n + 2 dengan n =
menunjukkan jumlah atom C
Alkana
adalah senyawa hidrokarbon dengan semua atom C nya berikatan kovalen tunggal
2)
Deret homolog = senyawa dengan rumus umum sama dan sifat yang
bermiripan.
3)
Tatanama
alkana
Penamaan alkana diberikan berdasarkan
jumlah atom C dalam senyawanya dengan akhiran – ana ;
Jumlah atom C
|
Rumus Molekul
|
Rumus struktur
|
Nama
|
1
|
CH4
|
CH4
|
Metana
|
2
|
C2H6
|
CH3
– CH3
|
Etana
|
3
|
C3H8
|
CH3
– CH2 – CH3
|
Propana
|
4
|
C4H10
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH3
|
Butana
|
5
|
C5H12
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
Pentana
|
6
|
C6H14
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
Heksana
|
7
|
C7H16
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH3
|
Heptana
|
8
|
C8H18
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH3
|
Oktana
|
9
|
C9H20
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH2 – CH3
|
Nonana
|
10
|
C10H22
|
CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
Dekana
|
Aturan
penamaan senyawa alkana;
a.
Untuk alkana
dengan rantai lurus penamaan diberikan nama normal dengan disingkat n – alkana
b.
Untuk alkana
dengan rantai bercabang, terdiri dari dua bagian yaitu;
· Bagian pertama adalah nama cabang (gugus alkil)
Gugus alkil adalah gugus alkana yang sudah kehilangan
satu atom H, penamaannya seperti penamaan alkana yaitu sesuai dengan jumlah
atom C – nya, hanya saja akhiran – ana diganti dengan
akhiran – il , contoh : metana
jadi metil, etana jadi etil, propana jadi propil, butana jadi butil, pentana
jadi pentil/amil, dst.
· Bagian kedua adalah nama rantai induk
c.
Rantai induk
adalah rantai terpanjang dengan jumlah cabang terbanyak
d.
Atom C pada
rantai induk diberi nomor dimulai dari atom C ujung yang paling dekat ke cabang
e.
Bila terdapat
lebih dari satu cabang sejenis , maka cukup disebut satu kali saja dengan
diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang, yaitu;
2 = di 5
= penta 8 = okta
3 = tri 6
= heksa 9 = nona
4 = tetra 7 = hepta 10 = deka
f.
Bila terdapat
lebih dari satu jenis cabang, maka nama cabang tersebut ditulis berurutan
sesuai dengan abjad awal dari nama cabang, misal etil ditulis terlebih dahulu
daripada metil.
g.
Nama senyawa alkana
adalah nomor atom C cabang + nama gugus
alkil (cabang) + nama alkana
Nama alkil dapat diberi awalan iso – jika
memiliki struktur :
![]() |
![]() |
![]() |
|||
Isopropil isobutil isoheksil
Yakni terdapat
cabang pada atom C ke – 2

8 – etil
2,6 – dimetil 4 – isopropil
dekana
4) Keisomeran alkana
Isomer adalah senyawa dengan rumus kimia sama namun
rumus struktur dan sifatnya berbeda .
Ada 4 jenis isomer dalam senyawa karbon, yaitu:
1.
Isomer rangka =
isomer ini terjadi karena perbedaan kerangka atom-atom C
2.
Isomer posisi =
isomer ini terjadi karena perbedaan letak (posisi) gugus tertentu misalnya
gugus fungsi (alcohol, keton, eter dan ester) atau ikatan rangkap.
3.
Isomer fungsi =
senyawa dengan rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Senyawa
karbon yang memiliki isomer fungsi adalah :
·
Golongan alcohol
(R – OH) berisomer fungsi dengan eter (R – O – R)
·

Golongan
aldehid berisomer
dengan eter


![]() |
![]() |
||
·
Golongan asam
karboksilat berisomer dengan ester
·
Golongan alkena
berisomer dengan sikloalkana.
4.
Isomer
geometri = terjadi karena perbedaan arah gugus-gugus
tertentu pada senyawa yang memiliki rumus molekul sama.
Ada dua
jenis isomer geometri , yaitu isomer cis – trans dan isomer optic. Isomer cis –
trans berlaku untuk senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap 2 dan pada C
yang berikatan rangkap harus mengikat dua gugus yang atom lain yang berbeda.
Ini berarti berlaku untuk golongan alkena.
Isomer
optic berlaku untuk senyawa yang memiliki atom C asimetris (kiral) yaitu atom C
yang mengikat 4 gugus atom yang berbeda.


Cis – 2 pentena Trans
– 2 pentena
( posisi gugus yang sama
bersejajar) (posisi gugus yang sama
bersebrangan)
![]() |
|||
![]() |
|||


D – Glukosa L –
Glukosa
(isomer optik)
Senyawa alkana
hanya memiliki isomer rangka saja, contoh : pentana dengan rumus kimia C5H12


Pentana
(C5H12) 2 – metil butana (C5H12)
Rumus
kimia sama tetapi rumus struktur rangkanya berbeda
5) Sifat Senyawa Alkana
a. Sifat fisik
v Senyawa alkana empat suku pertama C – 1 sampai C – 4
pada suhu kamar berwujud gas. Dari suku C – 5 sampai C – 16 berwujud cair dan
lebih dari C – 16 ke atas berwujud padat
v Titik didih dan titik leleh makin tinggi seiring
bertambahnya Mr atau makin panjangnya rantai C
v Suku-suku yang berwujud gas (CH4 – C4H10) berbau dan mudah menguap, suku menengah
(C5H12
– C7H16) berbau bensin dan sedikit mudah menguap, dan
suku tinggi (C18H38 - ….) sedikit berbau paraffin dan
tidak mudah menguap.
b. Sifat kimia
v Sukar bereaksi dengan senyawa lain, bahkan sukar larut
dalam air
v Pada pembakaran
sempurna senyawa alkana menghasilkan
gas CO2 dan H2O
v Mengalami reaksi substitusi ( pergantian) atom H jika
direaksikan dengan unsure-unsur halogen (F2, Cl2 , Br2
dan I2)

v Mengalami reaksi sulfonasi (penggantian sebuah atom H
dengan radikal sulfonat (SO3H )), ini terjadi pada pereaksian asam
sulfat dengan senyawa alkana suku menengah dan tinggi.

v Senyawa alkana yang memiliki C tersier akan dioksidasi
oleh asam nitrat menjadi suatu asam dengan jumlah atom C sedikit dan CO2


v Mengalami cracking (perengkahan) yakni pemutusan
senyawa alkana rantai panjang menjadi senyawa alkana rantai pendek dan senyawa
alkena.

Tetradekana
heptana heptena
B.
ALKENA
1)
Rumus umum
: CnH2n dengan n =
menunjukkan jumlah atom C
Alkena
adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap dua
2)
Deret
homolog = senyawa dengan rumus umum
sama dan sifat yang bermiripan.
3)
Tatanama
alkena
Penamaan alkena diberikan berdasarkan
jumlah atom C dalam senyawanya dengan akhiran – ena ;
Jumlah atom C
|
Rumus Molekul
|
Rumus struktur
|
Nama
|
1
|
C2H4
|
CH2
= CH2
|
Etena
|
2
|
C3H6
|
CH2 =
CH – CH3
|
1 – Propena
|
3
|
C4H8
|
CH2
= CH – CH2 – CH3
|
1 – Butena
|
4
|
C5H10
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Pentena
|
5
|
C6H12
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Heksena
|
6
|
C7H14
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH3
|
1 – Heptena
|
7
|
C8H16
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH3
|
1 – Oktena
|
8
|
C9H18
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Nonena
|
9
|
C10H20
|
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Dekena
|
Jika dalam
suatu rantai hidrokarbon alkena terdapat lebih dari satu ikatan rangkap dua,
maka namanya sesuai dengan jumlah atom C nya dengan di ikuti awalan yang
menyatakan jumlah ikatan rangkap dua – nya , yaitu ;
2 = di 5
= penta 8 = okta
3 = tri 6
= heksa 9 = nona
4 = tetra 7 = hepta 10 = deka
Contoh : CH2
= CH – CH = CH – CH3 1,3 – pentadiena
Aturan
penamaan senyawa alkena;
a.
Untuk alkena
dengan rantai lurus penamaan diberikan sesuai dengan jumlah atom C nya yaitu n
– alkena (n=letak ikatan rangkap)
b.
Untuk alkena
dengan rantai bercabang, terdiri dari dua bagian yaitu;
· Bagian pertama adalah nama cabang (gugus alkil)
Gugus alkil adalah gugus alkana yang sudah kehilangan
satu atom H, penamaannya seperti penamaan alkana yaitu sesuai dengan jumlah
atom C – nya, hanya saja akhiran – ana diganti dengan
akhiran – il , contoh : metana
jadi metil, etana jadi etil, propana jadi propil, butana jadi butil, pentana
jadi pentil/amil, dst.
· Bagian kedua adalah nama rantai induk
c.
Rantai induk
adalah rantai terpanjang dengan jumlah cabang terbanyak dan mengandung ikatan
rangkap dua
d.
Atom C pada
rantai induk diberi nomor dimulai dari atom C ujung yang paling dekat ke ikatan
rangkap dua
e.
Bila terdapat
lebih dari satu cabang sejenis , maka cukup disebut satu kali saja dengan
diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang, yaitu;
2 = di 5
= penta 8 = okta
3 = tri 6
= heksa 9 = nona
4 = tetra 7 = hepta 10 = deka
f.
Bila terdapat
lebih dari satu jenis cabang, maka nama cabang tersebut ditulis berurutan
sesuai dengan abjad awal dari nama cabang, misal etil ditulis terlebih dahulu
daripada metil.
g.
Nama senyawa alkena
adalah nomor atom C cabang + nama gugus
alkil (cabang) + nomor atom C ikatan rangkap 2 + nama alkena
Nama alkil dapat diberi awalan iso – jika
memiliki struktur :
![]() |
![]() |
![]() |
|||
Isopropil isobutil isoheksil
Yakni terdapat
cabang pada atom C ke – 2

8
– etil 2,6 – dimetil 4 – isopropil 1 – dekena
4) Keisomeran alkena
Isomer adalah senyawa dengan rumus kimia sama namun
rumus struktur dan sifatnya berbeda .
Senyawa alkena memiliki isomer rangka, isomer posisi
dan isomer geomeri cis – trans ;
v Isomer rangka

1 –
Pentena (C5H10)
CH3 2 – metil
1 – butena (C5H10)
v Isomer posisi
CH2
= CH – CH2 – CH2 – CH3 berisomer posisi dengan CH2 – CH = CH
– CH2 – CH3
1 –
pentena 2 – pentena
v Isomer cis – trans


Cis – 2 pentena Trans
– 2 pentena
5) Sifat Senyawa Alkena
a. Sifat fisik
v Senyawa alkena tiga suku pertama C – 1 sampai C – 3 pada
suhu kamar berwujud gas. suku menengah
berwujud cair yang tidak larut dalam air dan suku tinggi berwujud padat
v Titik didih dan titik leleh makin tinggi seiring
bertambahnya Mr atau makin panjangnya rantai C
b. Sifat kimia
v Pada pembakaran
sempurna senyawa alkena menghasilkan
gas CO2 dan H2O
v Alkena suku rendah mudah terbakar, pada pembakaran
tidak sempurna senyawa alkena menghasilkan jelaga lebih banyak dibandingkan
senyawa alkana
v Mengalami reaksi adisi (penjenuhan ikatan rangkap =
penambahan) menjadi ikatan kovalen tunggal



![]() |
Cl
v Mengalami reaksi polimerisasi
Yaitu
beberapa molekul alkena rantai pendek bergabung mmbentuk molekul baru yang
lebih besar dan kompleks

Etena Etena Polietena
v Jika alkena di alirkan ke dalam larutan KMnO4
alkalis, maka terbentuk alkanol bervalensi dua, reaksi ini disebut reaksi Bayer
;

![]() |
![]() |
OH OH
C.
ALKUNA
1)
Rumus umum
: CnH2n - 1 dengan n =
menunjukkan jumlah atom C
Alkuna
adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap tiga
2)
Deret
homolog = senyawa dengan rumus umum
sama dan sifat yang bermiripan.
3)
Tatanama
alkuna
Penamaan alkena diberikan berdasarkan
jumlah atom C dalam senyawanya dengan akhiran – una ;
Jumlah atom C
|
Rumus Molekul
|
Rumus struktur
|
Nama
|
1
|
C2H2
|
CH Ξ CH
|
Etuna
|
2
|
C3H4
|
CH Ξ C – CH3
|
1 – Propuna
|
3
|
C4H6
|
CH Ξ C – CH2 –
CH3
|
1 – Butuna
|
4
|
C5H8
|
CH Ξ C – CH2
– CH2 – CH3
|
1 – Pentuna
|
5
|
C6H10
|
CH Ξ C – CH2 –
CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Heksuna
|
6
|
C7H12
|
CH Ξ C – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Heptuna
|
7
|
C8H14
|
CH Ξ C – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
|
1 – Oktuna
|
8
|
C9H16
|
CH Ξ C – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH3
|
1 – Nonuna
|
9
|
C10H18
|
CH Ξ C – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2
– CH2 – CH3
|
1 – Dekuna
|
Jika dalam
suatu rantai hidrokarbon alkuna terdapat lebih dari satu ikatan rangkap tiga,
maka namanya sesuai dengan jumlah atom C nya dengan di ikuti awalan yang
menyatakan jumlah ikatan rangkap dua – nya , yaitu ;
2 = di 5
= penta 8 = okta
3 = tri 6
= heksa 9 = nona
4 = tetra 7 = hepta 10 = deka
Contoh : CH2
Ξ CH – CH Ξ CH – CH3 1,3 – pentadiuna
Aturan
penamaan senyawa alkuna;
a.
Untuk alkuna
dengan rantai lurus penamaan diberikan nama sesuai dengan jumlah atom C nya
yaitu n – alkuna (n = letak ikatan rangkap)
b.
Untuk alkuna
dengan rantai bercabang, terdiri dari dua bagian yaitu;
· Bagian pertama adalah nama cabang (gugus alkil)
Gugus alkil adalah gugus alkana yang sudah kehilangan
satu atom H, penamaannya seperti penamaan alkana yaitu sesuai dengan jumlah
atom C – nya, hanya saja akhiran – ana diganti dengan akhiran – il , contoh : metana jadi
metil, etana jadi etil, propana jadi propil, butana jadi butil, pentana jadi
pentil/amil, dst.
· Bagian kedua adalah nama rantai induk
c.
Rantai induk
adalah rantai terpanjang dengan jumlah cabang terbanyak dan mengandung ikatan
rangkap tiga
d.
Atom C pada
rantai induk diberi nomor dimulai dari atom C ujung yang paling dekat ke ikatan
rangkap tiga
e.
Bila terdapat
lebih dari satu cabang sejenis , maka cukup disebut satu kali saja dengan
diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang, yaitu;
2 = di 5
= penta 8 = okta
3 = tri 6
= heksa 9 = nona
4 = tetra 7 = hepta 10 = deka
f.
Bila terdapat
lebih dari satu jenis cabang, maka nama cabang tersebut ditulis berurutan
sesuai dengan abjad awal dari nama cabang, misal etil ditulis terlebih dahulu
daripada metil.
g.
Nama senyawa alkena
adalah nomor atom C cabang + nama gugus
alkil (cabang) + nomor atom C ikatan rangkap 3 + nama alkuna
Nama alkil dapat diberi awalan iso – jika
memiliki struktur :
![]() |
![]() |
![]() |
|||
Isopropil isobutil isoheksil
Yakni terdapat
cabang pada atom C ke – 2

8
– etil 2,6 – dimetil 4 – isopropil 1 – dekuna
4)
Keisomeran
alkuna
Isomer adalah senyawa dengan rumus kimia sama namun
rumus struktur dan sifatnya berbeda .
Senyawa alkuna memiliki isomer rangka, dan isomer
posisi;
v Isomer rangka

1 – Pentuna (C5H8)
CH3 3 –
metil 1 – butuna (C5H8)
v Isomer posisi
CH2
Ξ CH – CH2 –
CH2 – CH3
berisomer posisi dengan CH2
– CH Ξ CH – CH2 – CH3
1–
pentuna 2 – pentuna
5)
Sifat
Senyawa Alkuna
a.
Sifat
fisik
v Senyawa alkuna tiga suku pertama C – 1 sampai C – 3 pada
suhu kamar berwujud gas. suku menengah
berwujud cair yang tidak larut dalam air dan suku tinggi berwujud padat
v Titik didih dan titik leleh makin tinggi seiring
bertambahnya Mr atau makin panjangnya rantai C
b.
Sifat
kimia
v Pada pembakaran
sempurna senyawa alkuna menghasilkan
gas CO2 dan H2O
v Reaksi-reaksi pada senyawa alkuna mirip dengan senyawa
alkena. Untuk penjenuhan ikatan rangkapnya senyawa alkuna membutuhkan peraksi
dua kali lebih banyak dibandingkan alkena


Posting Komentar